{"id":7788,"date":"2020-10-30T10:00:54","date_gmt":"2020-10-30T03:00:54","guid":{"rendered":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/?p=7788"},"modified":"2020-10-21T14:45:09","modified_gmt":"2020-10-21T07:45:09","slug":"mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/","title":{"rendered":"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat"},"content":{"rendered":"<div id=\"pl-7788\"  class=\"panel-layout\" ><div id=\"pg-7788-0\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-7788-0-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-7788-0-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-editor panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"0\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-editor so-widget-sow-editor-base\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"siteorigin-widget-tinymce textwidget\">\n\t<p style=\"text-align: justify\">Masa remaja itu berat, tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga untuk anak remaja itu sendiri. Mereka diharapkan untuk mengikuti <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Gaya_hidup\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">gaya hidup<\/a> teman-temannya, jika tidak, mereka mungkin akan dijauhkan oleh teman-temannya. Mereka juga masih belajar mengelola emosi, dan masih terkadang merasa sulit untuk berpikir rasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tetapi kami tahu bahwa meskipun ini tidak mudah, mengajari anak-anak kami tentang manajemen keuangan sejak usia dini itu penting. Jadi, apa cara terbaik untuk mengajari anak remaja tentang keuangan yang sehat?<\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><div id=\"pgc-7788-0-1\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-7788-0-1-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-image panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"1\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-image so-widget-sow-image-default-8b5b6f678277-7788\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"sow-image-container\">\n\t\t<img \n\tsrc=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/savemoney.jpg\" width=\"1000\" height=\"647\" srcset=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/savemoney.jpg 1000w, https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/savemoney-300x194.jpg 300w, https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/savemoney-768x497.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" alt=\"healthy finance for teen\" \t\tclass=\"so-widget-image\"\/>\n\t<\/div>\n\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div id=\"pg-7788-1\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-7788-1-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-7788-1-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-editor panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"2\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-editor so-widget-sow-editor-base\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"siteorigin-widget-tinymce textwidget\">\n\t<h2 style=\"text-align: justify\">Mengajar tentang uang: Banyak pendekatan dengan beberapa tujuan yang sama<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Keuangan sepenuhnya bersifat pribadi, karena ini adalah bagian dari pilihan gaya hidup setiap orang. Ada banyak cara orang tua berinteraksi dengan anak dalam hal mengelola uang. Beberapa orang tua memberikan uang saku bulanan dan sudah memberikan tugas kepada anak-anak mereka untuk membuat <em>budget<\/em> dan menabung. Orang tua lain hanya memberi uang saku jika anaknya meminta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebenarnya, tidak ada satu cara khusus untuk mengajar anak-anak tentang pendekatan yang ideal terhadap uang, tetapi semuanya benar selama tujuan akhirnya adalah untuk mengajarkan hal-hal berikut:<\/p>\n<ol>\n<li style=\"text-align: justify\">Bahwa tidak ada yang gratis, dan setiap pilihan memiliki biaya dan peluang;<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Bahwa jika kita menginginkan sesuatu sekarang, bukan berarti kita membutuhkannya, entah sekarang atau nanti.<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\">Bahwa kita harus membeli sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya demi gengsi.<\/li>\n<\/ol>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div id=\"pg-7788-2\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-7788-2-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-7788-2-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-editor panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"3\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-editor so-widget-sow-editor-base\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"siteorigin-widget-tinymce textwidget\">\n\t<h2 style=\"text-align: justify\">Menunda pembelian dan diskusikan alasan untuk membeli sesuatu<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Seorang remaja harus belajar untuk melihat biaya untuk membeli atau tidak membeli sesuatu, lebih dari sekedar hanya melihat dari harga keuangan (label harga). Mari kita meneliti sebuah kasus. Anak remaja Anda ingin membeli sepatu kets bermerek baru. Menyuruh anak Anda untuk membeli alternatif termurah yang tersedia belum tentu merupakan cara terbaik untuk mengajari remaja tentang tanggung jawab finansial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tugas Anda adalah membuat anak remaja Anda sadar akan biaya dan manfaat membeli sepatu baru itu. Tugas pertama orang tua dan yang terpenting adalah mencegah pembelian impulsif dan berbicara dengan terbuka kepada anak Anda. Ajukan beberapa pertanyaan kepadanya seperti:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li>Apakah ada yang bermasalah dengan sepatu kets kamu yang sekarang?<\/li>\n<li>Apa yang harus kita lakukan dengan sepatu kets kamu sudah dimiliki?<\/li>\n<li>Bagaimana perasaan kamu setelah membeli sepatu kets baru?<\/li>\n<li>Apakah kamu perlu membeli barang lain terlebih dahulu yang lebih mendesak?<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\">Penting bagi seorang remaja untuk berpikir kritis dalam keputusan pembelian mereka. Membeli sepatu kets baru tidak hanya membutuhkan biaya uang. Anak Anda juga harus meluangkan waktu untuk merawatnya, dan mengeluarkan uang lagi untuk memperbaikinya. Anak Anda juga harus bertanggung jawab atas sepatu kets lama, untuk tidak melupakannya di dalam gudang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Anak remaja Anda juga harus memikirkan dampak pembelian tersebut. Sepatu kets baru ini mungkin terlihat keren sekarang, tetapi apakah sepatu tersebut masih berharga dalam satu tahun? Bagaimana dengan dua tahun? Bagaimana seharusnya anak remaja Anda menggunakan sepatu kets untuk mempergunakannya secara maksimal (misalnya melakukan lebih banyak olahraga)? Apakah ada nilai lain yang ditawarkan oleh sepatu kets baru ini selain estetika dan gengsi?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan-pertanyaan ini akan mendorong anak Anda untuk menjadi pembeli yang rasional dan (lebih pentingnya lagi) pembeli yang bahagia. Dalam dunia di mana orang tidak bahagia dengan yang sudah dimiliki, daripada bersyukur, dan selalu mengharapkan yang lebih, pemikiran kritis dan manajemen keuangan adalah keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.<\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><div id=\"pg-7788-3\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-7788-3-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-7788-3-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-editor panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"4\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-editor so-widget-sow-editor-base\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"siteorigin-widget-tinymce textwidget\">\n\t<h2>Menjadi individu yang lebih bijaksana<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\">Dalam <a href=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">IPEKA Integrated Christian School (IICS)<\/a>, kami berusaha untuk membimbing individu yang seimbang. Mereka adalah individu yang memiliki empati dan menggunakan kecerdasan emosional untuk memahami orang dan masyarakat, tetapi juga menggunakan pemikiran kritis dan logika untuk membuat keputusan penting.<\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masa remaja itu berat, tidak hanya bagi orang tua, tetapi juga untuk anak remaja itu sendiri. Mereka diharapkan untuk mengikuti gaya hidup teman-temannya, jika tidak, mereka mungkin akan dijauhkan oleh teman-temannya. Mereka juga masih belajar mengelola emosi, dan masih terkadang merasa sulit untuk berpikir rasional. Tetapi kami tahu bahwa meskipun ini tidak mudah, mengajari anak-anak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7810,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-7788","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips-orang-tua"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat | IPEKA Integrated<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Dalam dunia di mana orang tidak bahagia dengan yang sudah dimiliki, daripada bersyukur, pemikiran kritis dan manajemen keuangan adalah keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat | IPEKA Integrated\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Dalam dunia di mana orang tidak bahagia dengan yang sudah dimiliki, daripada bersyukur, pemikiran kritis dan manajemen keuangan adalah keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ID - IPEKA Integrated Christian School\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2020-10-30T03:00:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/themes\/iics-themes\/template-modules\/module-blog-archive\/assets\/no-thumbnail.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1280\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/\"},\"author\":{\"name\":\"\",\"@id\":\"\"},\"headline\":\"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat\",\"datePublished\":\"2020-10-30T03:00:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/\"},\"wordCount\":568,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg\",\"articleSection\":[\"Tips For Parents\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/\",\"name\":\"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat | IPEKA Integrated\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg\",\"datePublished\":\"2020-10-30T03:00:54+00:00\",\"description\":\"Dalam dunia di mana orang tidak bahagia dengan yang sudah dimiliki, daripada bersyukur, pemikiran kritis dan manajemen keuangan adalah keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg\",\"width\":1920,\"height\":1280},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/\",\"name\":\"ID - IPEKA Integrated Christian School\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization\",\"name\":\"IPEKA Integrated Christian School\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg\",\"width\":203,\"height\":133,\"caption\":\"IPEKA Integrated Christian School\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/author\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat | IPEKA Integrated","description":"Dalam dunia di mana orang tidak bahagia dengan yang sudah dimiliki, daripada bersyukur, pemikiran kritis dan manajemen keuangan adalah keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat | IPEKA Integrated","og_description":"Dalam dunia di mana orang tidak bahagia dengan yang sudah dimiliki, daripada bersyukur, pemikiran kritis dan manajemen keuangan adalah keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.","og_url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/","og_site_name":"ID - IPEKA Integrated Christian School","article_published_time":"2020-10-30T03:00:54+00:00","og_image":[{"width":1920,"height":1280,"url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/themes\/iics-themes\/template-modules\/module-blog-archive\/assets\/no-thumbnail.jpg","type":"image\/jpeg"}],"twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/"},"author":{"name":"","@id":""},"headline":"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat","datePublished":"2020-10-30T03:00:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/"},"wordCount":568,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg","articleSection":["Tips For Parents"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/","name":"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat | IPEKA Integrated","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg","datePublished":"2020-10-30T03:00:54+00:00","description":"Dalam dunia di mana orang tidak bahagia dengan yang sudah dimiliki, daripada bersyukur, pemikiran kritis dan manajemen keuangan adalah keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#primaryimage","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg","contentUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/10\/moneytree.jpg","width":1920,"height":1280},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengajar-remaja-tentang-keuangan-sehat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bagaimana Mengajar Remaja Tentang Keuangan Sehat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/","name":"ID - IPEKA Integrated Christian School","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization","name":"IPEKA Integrated Christian School","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg","contentUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg","width":203,"height":133,"caption":"IPEKA Integrated Christian School"},"image":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/author\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7788","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7788"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7788\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7810"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7788"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7788"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7788"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}