{"id":7919,"date":"2021-04-28T09:54:35","date_gmt":"2021-04-28T02:54:35","guid":{"rendered":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/?p=7919"},"modified":"2021-04-28T09:54:35","modified_gmt":"2021-04-28T02:54:35","slug":"mengapa-anda-menjadi-orangtua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/","title":{"rendered":"Mengapa Anda Menjadi Orangtua?"},"content":{"rendered":"<div id=\"pl-7919\"  class=\"panel-layout\" ><div id=\"pg-7919-0\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-7919-0-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-7919-0-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-editor panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"0\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-editor so-widget-sow-editor-base\"\n\t\t\t\n\t\t>\n<div class=\"siteorigin-widget-tinymce textwidget\">\n\t<p><span style=\"font-weight: 400\">Majalah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Times<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menuliskan tentang sebuah berita yang menarik terkait seorang wanita yang mengandung di usia 43 tahun. Namun sebenarnya apa yang luar biasa dari berita tersebut? Karena faktanya sekarang makin banyak wanita yang mengandung di usia selanjut itu. Hal yang menarik adalah alasan dari wanita tersebut untuk mempunyai bayi. Adapun alasan wanita itu mengandung karena ia berharap agar anak yang dikandungnya dapat menjadi donor sumsum tulang belakang bagi anak perempuannya yang sekarang berusia 17 tahun.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dari artikel diatas, kita mendapati setiap orang tua pasti memiliki alasan untuk mempunyai anak, terlepas dari apakah alasan itu baik atau tidak. Pertanyaan yang perlu kita jawab adalah mengapa saya mau menjadi orang tua?. Berdasarkan hasil penelitian, penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Parents Test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> mengemukakan empat alasan menjadi orang tua yaitu:<\/span><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Ego<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> : ada pasangan yang menjadi orang tua hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Alasan yang digunakan misalnya, supaya punya anak yang dapat menyandang nama saya, dapat mewarisi uang dan harta saya, supaya saya dianggap orang tua yang paling hebat, merasa bangga dan lengkap.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kompensasi<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: ada pasangan yang beranggapan dengan memiliki anak, maka sang anak dapat menutupi kekurangan dalam diri ataupun perkawinan mereka. Alasan yang dimiliki misalnya, supaya perkawinan lebih bahagia, supaya merasa lebih feminin atau maskulin, dan untuk memperbaiki latar belakang keluarga yang kurang bahagia.\u00a0<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Mengikuti kebiasaan orang banyak<\/b><span style=\"font-weight: 400\">: ada pasangan yang ingin memiliki anak hanya karena memang sudah selayaknya dimiliki sama seperti kebanyakan orang. Motif yang dipegang misalnya, ingin sama seperti kebanyakan orang pada umumnya, untuk menyenangkan orang tua pasangan, dan juga untuk menghindari ejekan dari teman teman.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400\"><b>Kasih sayang: <\/b><span style=\"font-weight: 400\">ada pasangan yang memiliki anak karena mereka siap mencurahkan kasih sayang ke dalam kehidupan sang anak dan keluarga yang mereka bentuk. Alasan yang dimiliki misalnya, supaya memiliki kesempatan untuk membahagiakan anak, mengajarkan segala sesuatu yang indah, memperoleh kepuasan dengan memberi diri pada sang anak serta menolong sang anak agar bertumbuh dan berkembang.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Penulis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">The Parents Test<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\"> menyatakan bahwa alasan keempat merupakan alasan yang paling baik. Mengapa demikian? karena salah satu kebutuhan dasar manusia termasuk juga anak-anak ialah kebutuhan kasih sayang atau rasa cinta. Ketiadaan akan kasih sayang menjadi penyebab utama masalah emosional, perilaku dan bahkan kesehatan fisik. Kehangatan cinta kasih dan keintiman sangat penting bagi anak-anak dalam proses tumbuh kembang mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Kasih sayang juga erat kaitannya dengan perasaan dimiliki. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Belongingness and love needs\u00a0<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">mendorong anak untuk memiliki ikatan emosional dengan ayah, ibu, dan anggota keluarga lain. Memang harus diakui, bahwa kasih sayang merupakan kebutuhan anak yang paling utama. Kasih sayang membuat anak merasa diperhatikan, tidak sendiri, tidak disisihkan, dan tidak ditelantarkan. Selain itu, anak juga bertumbuh lebih sehat secara emosi, sosial, dan kerohanian. Anak yang demikian akan merasa bahwa dirinya penting, berharga dan patut dicintai. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih leluasa mengembangkan dirinya, merasa diterima seutuhnya, dan kelak lebih mudah pula dalam mengasihi orang lain. Namun, saat orang tua mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak harus diimbangi juga dengan ketegasan dan kedisplinan. Hal ini menolong anak-anak untuk tidak tumbuh menjadi anak yang egois, keras kepala dan sulit diatur.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Hendaknya pula kasih orang tua yang dicurahkan kepada anak merupakan kasih yang Alkitabiah. Maksudnya adalah kasih yang didasarkan kepada kasih Kristus (1 Yoh.4:7-8). Apabila kasih ini ditemukan pada diri anak, maka ia tidak akan terbelenggu untuk mengasihi diri sendiri. Oleh karena itu,\u00a0 keluarga harus menjadi pusat dimana kasih itu mengalir kepada anak-anak dan terpancar keluar kepada sesama. Sewaktu sebuah keluarga mengasihi dengan kasih Alkitabiah, maka keluarga tersebut memancarkan kepribadian Tuhan kepada dunia dengan benar.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"> Bagaimana dengan Anda, apa yang menjadi alasan Anda menjadi orangtua?<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><em><b>\u201dInilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi\u201d. (I Yohanes 4:10-11).<\/b><\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sumber:<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Garry &amp; Anne, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Growing Kids God\u2019s Way; Membesarkan Anak Dengan Cara Allah<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Jakarta:<\/span><span style=\"font-weight: 400\">\u00a0Yayasan Bina Keluarga Allah, 2001.<br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400\">Wright, H. Norman, <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">Menjadi Orangtua yang Bijaksana<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">, Yoygakarta: Andi, 2009.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>Rina Novita Wijayanti, M.K.<br \/>\n<\/b><span style=\"font-weight: 400\">IPEKA Counseling Center<\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Majalah The Times menuliskan tentang sebuah berita yang menarik terkait seorang wanita yang mengandung di usia 43 tahun. Namun sebenarnya apa yang luar biasa dari berita tersebut? Karena faktanya sekarang makin banyak wanita yang mengandung di usia selanjut itu. Hal yang menarik adalah alasan dari wanita tersebut untuk mempunyai bayi. Adapun alasan wanita itu mengandung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":7920,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-7919","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorized"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.0 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Anda Menjadi Orangtua? - ID - IPEKA Integrated Christian School<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Anda Menjadi Orangtua? - ID - IPEKA Integrated Christian School\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Majalah The Times menuliskan tentang sebuah berita yang menarik terkait seorang wanita yang mengandung di usia 43 tahun. Namun sebenarnya apa yang luar biasa dari berita tersebut? Karena faktanya sekarang makin banyak wanita yang mengandung di usia selanjut itu. Hal yang menarik adalah alasan dari wanita tersebut untuk mempunyai bayi. Adapun alasan wanita itu mengandung [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ID - IPEKA Integrated Christian School\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2021-04-28T02:54:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/themes\/iics-themes\/template-modules\/module-blog-archive\/assets\/no-thumbnail.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"440\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"cecilia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"cecilia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/\"},\"author\":{\"name\":\"cecilia\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/person\/22f493d2b733c087b361634352696a6a\"},\"headline\":\"Mengapa Anda Menjadi Orangtua?\",\"datePublished\":\"2021-04-28T02:54:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/\"},\"wordCount\":659,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/\",\"name\":\"Mengapa Anda Menjadi Orangtua? - ID - IPEKA Integrated Christian School\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg\",\"datePublished\":\"2021-04-28T02:54:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg\",\"width\":880,\"height\":440},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Anda Menjadi Orangtua?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/\",\"name\":\"ID - IPEKA Integrated Christian School\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization\",\"name\":\"IPEKA Integrated Christian School\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg\",\"width\":203,\"height\":133,\"caption\":\"IPEKA Integrated Christian School\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/person\/22f493d2b733c087b361634352696a6a\",\"name\":\"cecilia\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"cecilia\"},\"url\":\"https:\/\/iics.sch.id\/id\/author\/cecilia\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Anda Menjadi Orangtua? - ID - IPEKA Integrated Christian School","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mengapa Anda Menjadi Orangtua? - ID - IPEKA Integrated Christian School","og_description":"Majalah The Times menuliskan tentang sebuah berita yang menarik terkait seorang wanita yang mengandung di usia 43 tahun. Namun sebenarnya apa yang luar biasa dari berita tersebut? Karena faktanya sekarang makin banyak wanita yang mengandung di usia selanjut itu. Hal yang menarik adalah alasan dari wanita tersebut untuk mempunyai bayi. Adapun alasan wanita itu mengandung [&hellip;]","og_url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/","og_site_name":"ID - IPEKA Integrated Christian School","article_published_time":"2021-04-28T02:54:35+00:00","og_image":[{"width":880,"height":440,"url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/themes\/iics-themes\/template-modules\/module-blog-archive\/assets\/no-thumbnail.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"cecilia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"cecilia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/"},"author":{"name":"cecilia","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/person\/22f493d2b733c087b361634352696a6a"},"headline":"Mengapa Anda Menjadi Orangtua?","datePublished":"2021-04-28T02:54:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/"},"wordCount":659,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/","name":"Mengapa Anda Menjadi Orangtua? - ID - IPEKA Integrated Christian School","isPartOf":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg","datePublished":"2021-04-28T02:54:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#primaryimage","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg","contentUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2021\/04\/why-you-become-parents.jpg","width":880,"height":440},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/mengapa-anda-menjadi-orangtua\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Anda Menjadi Orangtua?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#website","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/","name":"ID - IPEKA Integrated Christian School","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#organization","name":"IPEKA Integrated Christian School","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg","contentUrl":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2020\/05\/logo_iics_color.svg","width":203,"height":133,"caption":"IPEKA Integrated Christian School"},"image":{"@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/person\/22f493d2b733c087b361634352696a6a","name":"cecilia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/41b626119f75e0b510f9965b5e51d2e74f9baf378bb5876a4dec8c481b3f6fc9?s=96&d=mm&r=g","caption":"cecilia"},"url":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/author\/cecilia\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7919","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7919"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7919\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7919"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7919"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/iics.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7919"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}