Christina Oka Widyastuti, S.S
Sebagai guru Bahasa Indonesia kelas 7 dan 9 yang telah mengajar selama lebih dari 15 tahun, pembelajaran berbasis di rumah /home-based leaning (HBL) benar-benar merupakan pengalaman baru bagi saya. Meskipun IICS telah menerapkan sistem pembelajaran melalui Google Classroom, HBL adalah suatu tantangan karena saya tidak melakukan pertemuan tatap muka dengan para siswa. Awalnya, tentu saja saya meragukan keefektifan sistem ini dengan mempertimbangkan bahwa baik guru maupun siswa belum pernah melakukannya sebelumnya. Namun kelihatannya, semuanya berubah 180 derajat ketika saya memulai hari pertama pelaksanaan HBL. Aplikasi Google Meet, yang menjadi sarana saya menyampaikan materi pembelajaran selama 30 menit pada permulaan setiap pelajaran, diikuti dengan tertib oleh semua siswa. Selain itu sebagai seorang guru gembala siswa yang menggunakan Google Meet untuk program renungan pagi, saya melihat bahwa semua siswa dalam kelompok penggembalaan saya mengikutinya dengan baik. Meskipun tidak semua tugas diserahkan tepat waktu, para siswa dapat memberikan alasan yang masuk akal dan dapat diterima. Keberhasilan ini berlanjut pada hari-hari selanjutnya. Saya bersyukur kepada Allah atas hikmat dan pengalaman baru yang diberikan kepada saya sebagai seorang guru.