Vivian Villanueva
Tidak ada tempat kerja yang sempurna namun saya bersyukur kepada Allah bahwa 8 tahun yang lalu, Dia menaruh saya di tempat saya dapat bersekutu lebih dekat dengan-Nya. Saya telah bekerja di empat sekolah yang berbeda selama dua dekade sampai sekarang. Masing-masing sekolah memiliki sisi-sisi positif yang ditawarkan. Sebagian besar sekolah itu memberikan kesempatan kepada saya untuk berkembang secara profesional dan personal.
Tantangan profesi mengajar adalah memutuskan ingin menjadi pribadi apakah Anda sebagai seorang guru, apa yang Anda paling pedulikan dan apa yang Anda paling hargai, dan bagaimana Anda bersikap di kelas dengan para siswa Anda. Pekerjaan mengajar di IICS telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berfokus pada Guru Sejati, Yesus yang telah memfasilitasi diberlakukannya kurikulum yang berpusat pada siswa terutama sekali karena kasih-Nya kepada umat manusia. IICS adalah satu-satunya sekolah yang saya tahu mengadakan program renungan pagi, layanan kebaktian, persekutuan doa dan sesi pemahaman Akitab untuk para guru dan staf yang membantu pertumbuhan kehidupan rohani kami. Ada pepatah yang mengatakan kita tidak dapat memberikan apa yang kita tidak punya. Para guru, pihak manajemen, dan staf administrasi dapat mengimbaskan iman, pengharapan dan kasih kepada para siswa karena kami sepenuhnya mengerti bahwa kami hanyalah penerima kasih karunia Allah. Saya sendiri memiliki dua anak perempuan yang belajar di IICS. Mereka menyampaikan kepada saya cerita-cerita tentang bagaimana para guru sangat memperhatikan mereka. Saya tahu ada banyak sekolah di luar sana yang dapat memberikan pendidikan terbaik namuna ada satu hal yang teramat berharga di IICS yaitu kasih yang diberikan secara tanpa pamrih oleh para guru kepada siswa-siswanya.