Nathania Susila

Saat saya masih gadis kecil saya merasa yakin bahwa nama khas Asia saya akan membuat saya menjadi canggung dalam pergaulan. Saya dibesarkan di California, Amerika Serikat tempat orang-orang keturunan Asia Amerika harus bekerja keras melawan persepsi budaya Amerika yang memandang rendah mereka. Benar-benar sulit untuk menemukan jati diri saya dalam pengenalan akan Kristus selama awal-awal masa muda saya ketika diperhadapkan dengan apa yang kelihatannya merupakan banyak kegagalan untuk memenuhi standard masyarakat Amerika. Sesungguhnya bertahun-tahun setelah saya lulus dari Universitas California, Merced barulah saya dapat memulai hubungan pribadi dengan Kristus secara penuh. Kemudian setelah kembali ke Indonesia, saya mengembangkan kecintaan akan dunia pendidikan dan mulai memahami siapa saya dalam pandangan Allah Sang Pencipta. Sekarang ini akan segera menjadi tahun ketiga saya mengajar bahasa Inggris di IICS. Saya benar-benar percaya bahwa lewat kasih karunia Allah, saya dapat melayani para siswa yang mengalami pergumulan yang sama seperti yang dihadapi manusia lama saya. Sesungguhnya di dalam Kristus, semoga kesedihan terbesar saya menjadi pemantik untuk kegiatan pelayanan saya yang terbaik.