Recap Kegiatan Murid Sekolah Dasar IICS: Bertumbuh Melalui Pengalaman!
Sebagai Christian School yang mengutamakan pendidikan holistik, IICS percaya bahwa pembelajaran terbaik tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui rangkaian kegiatan murid SD, setiap jenjang mendapatkan pengalaman nyata yang membentuk pengetahuan, karakter, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan.
Grade 4 – Belajar Tanggung Jawab di Kertabumi Recycling Center
Murid Grade 4 mengunjungi Kertabumi Recycling Center dengan semangat Reduce, Reuse, Recycle. Mereka belajar bagaimana sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat melalui proses yang bertanggung jawab. Pengalaman ini menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ciptaan Tuhan.
Grade 3 – Kreativitas di Rumah Keramik F. Widayanto
Di Rumah Keramik F. Widayanto, murid Grade 3 belajar bahwa kesabaran dan ketekunan dapat mengubah tanah liat sederhana menjadi karya seni yang indah. Proses membentuk dan menghias keramik mengajarkan nilai fokus, kreativitas, serta rasa syukur atas talenta yang dimiliki.
Grade 2 – Menjelajah Alam di Godong Ijo
Murid Grade 2 menikmati pengalaman belajar yang menyenangkan di Godong Ijo. Mereka mengenal berbagai hewan dan tumbuhan sambil belajar mencintai alam. Kegiatan ini menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus empati terhadap makhluk hidup di sekitar mereka.
Grade 1 – Petualangan Seru di Inagro
Kunjungan Grade 1 ke Inagro menjadi pengalaman penuh keceriaan. Mereka melihat langsung proses pertanian dan belajar dari alam secara nyata. Melalui pengalaman ini, murid memahami pentingnya kerja keras, rasa syukur, dan kebersamaan.
Melalui berbagai kegiatan yang memperkaya ini, IICS terus menunjukkan komitmennya sebagai sebuah Christian School yang menjunjung tinggi pembelajaran berbasis pengalaman dan pengembangan karakter. Dengan menghubungkan pelajaran akademik dengan pengalaman nyata, murid tidak hanya bertumbuh secara intelektual, tetapi juga secara sosial dan spiritual. Perjalanan ini mengingatkan kita bahwa pendidikan menjadi paling bermakna ketika membentuk pikiran dan hati secara bersamaan.