Mengapa Istirahat yang Cukup Sangat Penting untuk Anak

Mengapa Istirahat yang Cukup Sangat Penting untuk Anak

Istirahat, bersama nutrisi dan olahraga, adalah satu dari tiga pilar kesehatan, menurut kajian dari Harvard Medical School. Seperti segala hal yang ditopang oleh hanya tiga pilar, ketika salah satu pilar gagal, seluruhnya rubuh. Ini juga berlaku untuk tubuh manusia, terutama anak-anak.

Istirahat penting untuk perkembangan anak-anak karena selama keadaan istirahat, tubuh dan otak menyempati kegiatan yang tidak sepenuhnya dilakukan ketika anak sepenuhnya bangun. Kegiatan tersebut termasuk pertumbuhan saraf, perbaikan tubuh, produksi hormon, dan jutaan kegiatan seluler lainnya. Ini proses yang umumnya tak terlihat namun sangat penting untuk terjadi setiap malam sepanjang hidup seorang anak.

Istirahat yang Cukup Sangat Penting untuk Anak

Kegiatan istirahat penting untuk kesehatan dan perkembangan otak

Otak tetap aktif bahkan saat istirahat. Persis apakah yang dilakukan otak ketika seseorang tertidur tetap menjadi sebuah misteri bahkan hingga kini. Namun, penelitian selalu menunjukkan bahwa kurang tidur dapat menyebabkan iritasi, mudahnya lupa, kurang fokus dan gangguan konsentrasi. Ini berlaku untuk orang-orang dari segala usia.

Bagi anak-anak terutama, tidur sangatlah penting karena otak mereka masih berkembang. Jika orang dewasa tidak dapat berfungsi dengan baik karena kehilangan hanya 2 jam tidur setiap malam selama satu minggu penuh, bayangkan dampaknya terhadap bayi atau anak-anak sekolah dasar. Ketika berbicara tentang kesehatan, biologi tidak bisa dipisahkan ke dalam kotak yang rapi. Efek kurang tidur akan berdampak kepada semua sistem dalam tubuh.

 

Istirahat juga penting untuk kesehatan tubuh anak-anak secara umum

Efek terukur dari kurang tidur dapat diamati oleh para ilmuwan ketika mempelajari perubahan komposisi hormon tubuh. Ratusan hormon telah diproduksi ketika seseorang tertidur, termasuk hormon yang mengatur emosi, pertumbuhan, dan bahkan yang spesifik seperti rasa kenyang.

Misalnya, dampaknya terhadap leptin, yaitu hormon yang mengatur perasaan kenyang setelah makan. Kurang tidur telah terbukti mengurangi tingkat leptin, yang dapat menjelaskan korelasi antara obesitas dan kurang tidur.

Efek obesitas dan kurang tidur dapat diperburuk karena anak-anak yang tidak tidur dapat menjadi lapar di malam hari, dan jika mereka sering makan pada waktu yang tidak teratur di tengah malam, mereka akan berisiko kelebihan berat badan. Ini adalah salah satu contoh dari siklus negatif karena kurang tidur.

 

Istirahat yang cukup bagi umur tertentu

Secara umum, balita yang berusia antara 3 dan 5 tahun harus tidur hingga 13 jam sehari. Anak yang lebih besar harus tidur hingga 11 jam sehari. Jika Anda merasa sulit untuk membuat anak kecil Anda tidur, penasihat sekolah kami di IPEKA Integrated Christian School dengan senang hati membantu Anda.

Hubungi kami jika Anda memiliki pertanyaan.

Related News

Keluarga Bersatu dalam Iman: Perayaan Paskah TKK IICS

Kehangatan dan sukacita memenuhi suasana dalam Perayaan Paskah TK di IPEKA Integrated Christian School (IICS).…

Obrolan Sepele, Dampak Besar: Membangun Kedekatan dengan Anak

Banyak orang tua merasa sudah mengenal anaknya dengan baik, namun sering kali keseharian anak di…

Menjelajahi Penciptaan Melalui Sains: Global Science Fair di IICS

Menjelajahi ciptaan Tuhan, satu penemuan dalam satu waktu! Semangat inilah yang terlihat dalam Global Science…

Satu Dunia, Satu Komunitas: Hari Internasional di IICS

Dari berbagai budaya yang berbeda menjadi satu perayaan penuh makna, International Day di IICS menghadirkan…