Pengasuhan yang Menyenangkan oleh Bapak Rizal Badudu, M.Min

Pengasuhan yang Menyenangkan oleh Bapak Rizal Badudu, M.Min

Bukan hanya anak-anak yang tumbuh dewasa. Orang tua memang tumbuh. Membekali dan memperkaya orang tua dalam mendidik anak, IPEKA Integrated mengadakan Seminar Parenting pada Sabtu, 17 Oktober 2020 bertema A Joyful Parenting bersama Bpk Rizal Badudu, M.Min.

Dalam pemaparan seminar, Bapak Rizal menyampaikan Firman Tuhan dalam Filipi 4:4 dengan mengatakan: Bersukacitalah selalu dalam Tuhan! Sekali lagi saya katakan: Bersukacitalah! Bergembiralah selalu dalam Tuhan. Ini akan menampilkan tiga hal dalam Joyful Parenting: Stres Bagaimana Itu Terjadi, Joy in God, dan Tips Praktis untuk Selalu Bersukacita di dalam Tuhan sebagai orang tua.

Mari kita simak pemaparannya bersama Ibu Rina Badudu.

Stres dan Bagaimana Itu Terjadi

Pelajari tentang stres dari tokoh-tokoh dalam Alkitab, yaitu Daud, Paulus, dan Yesus. David dan Paul mengalami kesulitan, dia "terjebak" tetapi mereka mengatakan bahwa sumber kekuatannya adalah dari Tuhan.

Pak Rizal menyampaikan bahwa dalam situasi pandemi tingkat stres kita pasti meningkat. Orang tua stres, siswa stres, dan juga guru, tetapi ini mengingatkan kita "bahwa untuk menjadi nyata kita hanya bejana tanah liat, jika ada kekuatan itu bukan dari kita tetapi dari Tuhan." Kutipan dari buku John Piper “Corona virus and Christ” mengatakan “Apa yang Tuhan lakukan dalam coronavirus menunjukkan kepada kita — secara grafis, menyakitkan — bahwa tidak ada apa pun di dunia ini yang memberikan keamanan dan kepuasan yang kita temukan dalam kebesaran dan nilai Yesus yang tak terbatas. . ”

Kutipan ini mengingatkan kita bahwa tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat memberikan rasa aman dan kepuasan, seperti yang dapat kita temukan dalam kebesaran Yesus yang tak terbatas. Jadi jika kita terus menggantungkan kepuasan kita pada anak, pada bisnis, pada karir kita, maka kita tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan.

 

Sukacita dalam Tuhan

Bagaimana kita bisa terus bersukacita yaitu dengan:

Membuang kekhawatiran kita! mengungkapkan ketakutan dan keinginan kita kepada Tuhan, mengungkapkan langsung kepada Tuhan dalam doa dan permohonan kepada-Nya. Kita bisa menyuruh Tuhan untuk membantu anak dalam belajar, membantu anak dalam memilih perguruan tinggi, dan sebagainya tetapi syaratnya dinyatakan dengan rasa syukur. Katakan kepada Tuhan bahwa kita bersyukur anak-anak kita mau belajar dan Tuhan akan membantu mereka. Ketika kita terus mengungkapkan maka ketakutan kita akan diangkat oleh Tuhan, kita akan menemukan kedamaian, yang melampaui semua indera kita, memelihara hati dan pikiran kita di dalam Yesus Kristus.

Pak Rizal Badudu mencontohkan bagaimana cara mengatasi segala kekhawatiran. “Sebagai orang tua kita pasti mengalami banyak kekhawatiran, serahkan kepada Tuhan, serahkan kepada Tuhan nanti yang akan menggantikannya dengan kedamaian dan kemakmuran. Semakin kita mengarahkan hati kita kepada Tuhan, semakin kita akan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan, dan semakin semakin kita bisa mengatasi stres itu lebih cepat. Jadi orang tua perlu makan lebih banyak Firman Tuhan, belajar dari buku, dan kita akan lebih memahami apa yang Tuhan inginkan untuk anak-anak kita.”

Puji Tuhan dan berdoa sampai Tuhan menolong, sampai keajaiban terjadi. Cukup katakan apa saja dan berdoalah kepada Tuhan.

Di masa pandemi, kita harus berurusan dengan anak-anak. Kita perlu melanjutkan pendekatan ini, memuji Tuhan dan berdoa sampai Tuhan membantu, sehingga kita melihat Tuhan akan membukakan pintu untuk kita.

Dia kemudian menyampaikan kutipan "Sukacita Kristen adalah perasaan yang baik dalam jiwa, yang dihasilkan oleh Roh Kudus, karena dia menyebabkan kita melihat keindahan Kristus di dalam Firman dan di dunia." - John Piper

 

“Kedamaian yang melampaui semua indera. Jadi jika kita menyerahkan semua perasaan kita kepada roh kudus, itu akan membuat kita dapat melihat keindahan Kristus dalam firman Tuhan, dan dalam kehidupan sehari-hari. Kami ingin memakai sukacita yang datang dari Tuhan. Emosi kita ditentukan oleh sensasi spiritual, bukan oleh tubuh kita. Jika kita melakukan itu maka kita akan mendapatkan kebahagiaan yang kokoh. "

 

Kiat praktis untuk mengikuti perintah Tuhan, untuk selalu bersukacita di dalam Dia

  • Penerimaan Penuh.
    Diambil dari Mazmur 62:5 Jiwaku, taruhlah segenap imanmu kepada Tuhan; karena darinya muncul harapanku. kita boleh berharap tapi serahkan semuanya dan serahkan pada Tuhan. Dalam kehidupan sehari-hari sangat menerima keadaan kita, ketika kita menerimanya maka akan banyak hal yang menjadi kebahagiaan.
    Bu Rina mencontohkan: Jika suasana di rumah mulai memanas, kita harus bekerja dari rumah, anak-anak belajar dari rumah, maka kita harus menerima keadaan yang tidak ideal. Kemudian kita memohon pertolongan kepada Tuhan dan melakukan hal-hal yang dapat kita lakukan agar dapat dilalui dengan baik.
    Penerimaan Penuh juga dilakukan untuk anak-anak kita. Pertama-tama kita harus menerima sifat kepribadiannya, kemampuan akademisnya, atau kemampuan non-akademiknya. Kita harus menerima semuanya terlebih dahulu. karena semua yang Tuhan berikan. Jika kita menerima kita akan tenang, dan bertanya kepada Tuhan apa yang harus kita lakukan.
  • Efisien, Efektif, Produktif
    Ketiga hal ini tidak dicapai secara langsung. Keseimbangan ini adalah sesuatu yang harus ditemukan. Anak dalam proses penguasaan juga akan mengalami dan melalui proses Efisien, Efektif, Produktif. Ketika kita memahami hal ini, kita akan lebih dekat dengan anak-anak kita.
  • Manusia Vs Manusia Melakukan:
    Untuk dapat mengelola stres, menikmati momen menjadi manusia, daripada berpikir kita harus melakukan ini, anak-anak harus, lebih baik kita melakukan segalanya dengan memprioritaskan hubungan, bagaimana seharusnya kita berhubungan dengan anak, membangun dan memelihara hubungan.
    Misalnya: mengelola harapan kita yang berlebihan. Kita harus menyadari bahwa anak kita pandai a/b/c, tetapi juga memiliki kelemahan dalam hal-hal tertentu. Harapan yang berlebihan tidak akan membuat kita bahagia.
  • Margin yang memadai:
    Margin buku misalnya dengan margin kanan dan ruang tebal buku tidak akan bosan kita baca. Margin ini kami terjemahkan sebagai jadwal kami, bagaimana jadwal harian kami, ada jadwal yang seimbang antara kami dan anak-anak kami. Kapan harus bekerja, kapan harus bersantai, kapan harus istirahat. Kita harus mengatur seberapa bagus marginnya.
    Contoh pelajaran: Orang tua cenderung menginginkan anak yang hebat dalam bahasa Inggris, musik, seni, dan sebagainya, sehingga ada anak yang terlalu banyak mengambil pelajaran dalam 1 hari. Hal ini membuat jalan anak semakin tipis. Dan semakin kecil margin kita, semakin tidak bahagia kita. Bermain itu penting, kita bisa bekerja dengan margin yang cukup santai atau memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga sehingga kita bisa menanamkan nilai-nilai.
  • Kenali Diri Sendiri
    Kita perlu mengenal "tombol panas" satu sama lain, serta tombol panas anak-anak. Jika hot button lebih sering disentuh akan menyebabkan stres dan hubungan bisa tegang. Jika kita memahami tombol panas anak-anak kita, kita dapat membantu mereka dan menghindari mereka dari stres, dan kita bisa bersenang-senang bersama.

Sebagai penutup Pak Rizal mengutip dari John Piper "Tuhan Maha Dimuliakan di Dalam Kita Ketika Kita Paling Puas di dalam Dia." Tuhan paling dimuliakan bukan karena prestasi kita sebagai orang tua atau prestasi sebagai anak, tetapi ketika kita benar-benar dipuaskan oleh Tuhan dalam situasi apapun. Ini membantu kita untuk bersukacita di dalam Tuhan.

Kami berharap melalui seminar dari Bpk. Rizal Badudu, bisa semakin menguatkan orang tua dalam mendidik anak dan terus bergembira di dalam Tuhan.

Related News

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila

Negara Republik Indonesia memperingati hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia pada tanggal 1 Juni…

Read More
Memaknai Hari Kenaikan Tuhan Yesus

Hari ini, 25 Mei 2022 umat Kristiani di seluruh dunia akan merayakan kenaikan Isa Almasih.…

Read More
Ayo Bangkit Bersama di Hari Kebangkitan Nasional

Tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Meskipun tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional,…

Read More
Yuk Bangun Budaya Membaca Sejak Dini

Banyak orang berkata bahwa buku adalah jendela dunia. Buku dapat membawa kita kemana saja, karena…

Read More